Menjadi Bapak

Masa kecil, masa yang berapi api. Masa kesenangan dan kebahagiaan menyelimuti.

Namun, ketika itu, ketika semua terjadi, kita susah merasakan apa yang menjadi kegelisahan bapak.

Bapak..

Dengan segala kewibawaannya, ingin mendidik anaknya menjadi pribadi yang mandiri.

Bapak..

Diam membela ketika anaknya terkena perkara

Bapak..

Menghabiskan tenaganya untuk bekerja mencari nafkah

Tak bisa kita rasakan betapa lelahnya beliau, dan sampai sekarang pun kelelahan itu bisa ditutupi dengan manis oleh beliau

Ketika kita dewasa.. bisa mencari penghidupan.. bisa mencari nafkah ..

Lupa seketika.. bahwa bapak juga perlu kita bahagiakan. Tidak hanya ibu saja..

Beliau memang tidak bicara meminta

Meminta apa yang dia inginkan

Beliau hanya Diam tanpa kata

Berusaha bahagia di raut mukanya

Merasa bahwa tidak ada yang perlu diperhatikan

Tapi di hatinya, pasti beliau menampakan kesedihan yang mendalam,

Bahwa tahu, anaknya tidak ingat akan jasa dan kasih sayang beliau,

Sebenarnya sederhana

Beliau hanya ingin dibahagiakan oleh anaknya

 

 

Anxiety

Berbulan bulan yang lalu, dia terpuruk, tenggelam dengan kekecewaan yang dia alami. Masa kecil yang suram, keluarga yang tidak mendukung dia, mengekang dia, cinta yang pupus dan tak kembali padanya, dan kasih sayang yang tidak dia dapatkan sepenuhnya. Kejadian itu memberikan dampak gelap bagi hatinya, pikirannya, dan perutnya. Setiap hari dia harus mengalami konflik batin dan konflik jiwa. Dan dia harus menahan sakit setiap petang menjelang. Sakit yang berkepanjangan tiada habisnya.

“Deg deg deg… “ anxiety disorder yang dia alami sekarang, seperti yang dokter bilang kepadanya, menjadi bom waktu yang sewaktu waktu kambuh membayangi dia dan menakuti pikirannya. Continue reading “Anxiety”

Ndastrek

Salah satu hal yang sering dialami oleh sebagian umat manusia, bahkan makhluk luar angkasa adalah gelisah, galau, merana. Penyebabnya satu, mereka kekurangan cairan. Pada zaman dahulu, ketika manusia sedang kekurangan cairan, mereka berkelana sampai ke ujung dunia bahkan mencari celah di gua gua yang sekiranya menyediakan suasana untuk bertahannus. Dan.. sembuh..

Namun, sekarang, ketika manusia kekurangan cairan tidak cukup berdiam diri atau merenung.. ada di tambah slogan yang terkenal yaitu dengan meminum 1 liter air putih. Cukup..

Kurang a*ua?  Continue reading “Ndastrek”

Komplikasi

Terlihat ada sebuah pesawat dengan bentuk piring, terbang mengitari sebuah rumah. Salah satu awak pesawat mendesah, “aku benci mencari kerja!” 

Sahabat awak tersebut mendengar dan menimpali desahannya,“aku lebih benci lagi manusia” 

Kedua awak pesawat itu rupanya tengah singgah di bumi untuk mencari pengganti bahan bakar pesawat mereka dengan bahan bakar yang ada di bumi. Sempat mereka meneliti beberapa abad, bahan yang sesuai dengan bahan bakar mereka di planet maku maku. Dan mereka menemukannya di bumi belahan selatan.  Continue reading “Komplikasi”

Relepansi antara pup, kentut, dan upil

Yah..

Beberapa hari ini, saya menyempatkan untuk berpikir. Apa yang harus saya lakukan, ketika menemukan kepiting terdampar di tengah jalan. Jalan raya tepatnya.

Apakah saya harus menyebrangkannya, atau saya biarkan kepiting itu berada di tengah-tengah.

Sebenarnya, saya baru tahu kalau ada kepiting di jalan itu pas saya tengah mengendarai motor saya dan menghindari kepiting itu. Continue reading “Relepansi antara pup, kentut, dan upil”

Menukar Uang Baru

Sebelah tempat dudukku saat ini sedang memegang uang, dan menghitung recehan. Raut mukanya menunjukkan keseriusan yang berarti. Panggilan akrabnya Dy, dan dia suka sekali memakai kacamata. Namun, bukan berarti jika kamu menemukan seseorang yang berkacamata itu pasti Dy. Bukan.. Jadi, bersabar saja jika kamu ingin bertemu dengan Dy, dan meminta uang recehannya.

Sementara dia menghitung uang, aku sebagai pengganti sementara partnernya yang sekarang tengah cuti hamil, membantu menjadi petugas pengembalian dan peminjaman buku di sebuah perpustakaan ternama. Tidak perlu saya sebutkan namanya, toh kamu pasti tidak berminat kesini. Continue reading “Menukar Uang Baru”

Mencari Jejak Bolpoin

Kemarin sore, hujan

hujannya lumayan membasahi sebagian tikar yang kami gelar di depan sebuah masjid besar di kota kami. Sayup sayup terasa dingin menusuk kalbu.

Sementara penjual kaki lima yang ada di sekeliling kami mencari sesuatu untuk menutupi kepala dan dagangan mereka dari hujan yang begitu lebat. Buru buru, plastik yang mereka bawa digelar dan keresek kecil digunakan untuk menutupi sebagian kepala mereka. Katanya, agar kepala tidak kena air hujan yang nantinya bakal menjadi asal muasal mereka demam. Continue reading “Mencari Jejak Bolpoin”

He was 99

Seperti biasa, dia memasang tali sepatu sebelah kanan kemudian tali sepatu sebelah kiri. Dia buka pintu rumah dan mengucapkan salam kepada orang rumah. Memulai dengan melangkahkan kaki kiri dan kemudian kanan, dia menancapkan kunci motor dan kemudian menyalakan motor sambil memasang helm biru ke kepalanya. Penuh dengan perjuangan ketika dia menyalakan motor setengah bututnya, karena motor tersebut sudah menjadi kebanggaannya dulu dimulai sejak dia pertama kali mendapatkan KTP dan SIM secara bersamaan. Continue reading “He was 99”