Komplikasi

Terlihat ada sebuah pesawat dengan bentuk piring, terbang mengitari sebuah rumah. Salah satu awak pesawat mendesah, “aku benci mencari kerja!” 

Sahabat awak tersebut mendengar dan menimpali desahannya,“aku lebih benci lagi manusia” 

Kedua awak pesawat itu rupanya tengah singgah di bumi untuk mencari pengganti bahan bakar pesawat mereka dengan bahan bakar yang ada di bumi. Sempat mereka meneliti beberapa abad, bahan yang sesuai dengan bahan bakar mereka di planet maku maku. Dan mereka menemukannya di bumi belahan selatan. 

“Yah.. kau tahu.. pekerjaan sekarang aku tidak suka! Terlalu banyak tekanan! Dan aku malas mencari pekerjaan baru” Awak semakin mengamuk.

“Tahulah.. kau saja yang malas. Tak pelak lagi kau bosan dan merasa tertekan. Sabar saja.” Sahabatnya memulai untuk mengarahkan pesawat ke atas rumah kosong itu untuk mendarat.

Tidak ada manusia yang terlihat, hanya seekor tikus dan seekor anakan tikus sedang menggigiti tembok tembok rumah yang sudah keropos.

“Kau tahu.. manusia lebih parah. Mereka bekerja, lantas mereka yang menghancurkannya. Ngerti lah, nafsu manusia tergantung keinginannya, kebutuhannya. Semakin tinggi keinginan mereka, habis pula semuanya. Lantas, mereka tidak memikirkan manusia yang lain yang lebih lemah. Itu katanya adalah dampak dari teknologi yang semakin maju, semakin cepat dan dampak globalisasi yang membawa ideologi ideologi liberal dan tetek bengeknya ke seantero bumi. Akhirnya apa? Kita tidak bisa mendapatkan bahan bakar yang kita inginkan, jumlahnya saja semakin berkurang kau tahu! Dan aku malas berperang dengan manusia. Menghabiskan energiku saja, menghabiskan biaya nikahku saja. Aku butuh menabung kau tahu. Calonku sudah menunggu di planet maku maku untuk aku nikahi! Aku pusing, karena biayanya melebihi kantong sakuku” Sahabatnya berbalik memarahi dia.

“Duh… sabar sabar sahabatku.. perasaan tadi yang disuruh sabar itu aku.. kok malahan……. sudahlah, ayo kita kembali ke rumah. Kita rencanakan pernikahanmu saja.” 

Jangkar pesawat di naikkan, dan mereka terbang meninggalkan bumi tanpa membawa apapun dari sana.

“Bumi.. Sudah tidak bisa diharapkan lagi..”  

Bisikan itu datang dari dua makhluk pesimis yang lebih memilih untuk menyelesaikan urusan pernikahan mereka dan pulang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *