Kalau Dia Bercerita, Bagaimana Nanti

Kalau dia bercerita disini, apakah kau akan mendengarnya? Apakah kau akan menyimaknya?

Dia disitu hanya sebagai pemeran pembantu yang tak punya posisi di setiap scene filmnya. Hanya diskriminasi dari beberapa rekan kerjanya yang egois dan sombong melebihi kesombongan Qarun yang ketika itu terjebak dalam hartanya.

Continue reading “Kalau Dia Bercerita, Bagaimana Nanti”

Lihat Bintang dan Sejuknya Udara

Kebijaksanaan meliputi semuanya. Hal itu muncul ketika hati kita murni, tanpa dicampuri dengan dendam dan dilema.

Tepat ketika kita keluar rumah untuk pertama kali, dalam menunaikan aktivitas kita, pasti (kalau tidak lupa) mengucapkan doa berikut:

Bismillahitawakaltu ‘alallahi laahaulaa walaa quwwata illa billah

Benar? Continue reading “Lihat Bintang dan Sejuknya Udara”

Selalu Memulai dengan yang Baru

Setiap hari selalu ada perubahan. Lingkungan rumah, lingkungan kerja, bahkan badan sendiripun berubah, berubah menjadi lebih tua dan beruban. Banyak wanita sekarang takut untuk menjadi tua. Padahal menjadi tua itu adalah suatu keharusan yang di alami oleh semua orang. Akhirnya, banyak pihak yang memanfaatkan ketakutan ketakutan yang timbul dari pikiran karena efek dari bertambahnya umur. Iklan kecantikan yang menawarkan produk antiaging dan hasil yang maksimal dengan pengurangan keriput semakin merajalela menguasai ranah pasar periklanan. Harganyapun bervariasi, dari mulai harga ecek-ecek sampai harga yang mahal melebihi kantong saya sendiri. Alhasil, produk produk tersebut lebih laris daripada buku-buku yang menawarkan kehidupan dan kebahagiaan yang hakiki. Continue reading “Selalu Memulai dengan yang Baru”

Kendala Kendili

Memulai menulis itu.. menyesakkan

Kamu harus memilah dan memilih mana kata kata yang menurutmu itu cocok dengan kalimat itu… dengan suasana itu..

Dan tak ayal, website yang sudah kamu bela belain untuk membelinya tak tersentuh barang sedikitpun.

Aku heran, bagaimana caranya agar pikiran ini sejalan dengan tangan ini. Padahal waktu luang tersedia cukup banyak. Tempat memadai dengan kesepian yang memenuhi. Materi? Ah tak usah dibahas kalau itu. Continue reading “Kendala Kendili”

Eksistensi Menulis

Dihitung dari awal saya memiliki laptop tahun 2011 sampai dengan tahun 2017 ini saya sudah memiliki sekitar 7 (tujuh blog), dan yang aktif sekitar 3 (tiga) blog. Tidak terpikirkan dulu saat pertama kali menulis, saya bisa memiliki blog sebanyak itu. Dan rata-rata pengunjung masing-masing blog sudah sampai ribuan orang. Entah membaca atau tidak, tapi saya tetap senang dengan antusias para netizen / para blogger dalam mengunjungi blog saya.

.

Kalau saya lihat, hanya 40% blog diisi dengan tulisan yang berbobot. Sisanya hanya sekedar curhatan ataupun promosi saja. Namun, dari beberapa poin di atas bukan berarti menganggap bahwa menulis blog itu tidak penting kan?

Continue reading “Eksistensi Menulis”

Memulai Hari dengan Sabar

Semenjak dari pagi sampai pagi lagi, kita akan dihadapkan dengan berbagai macam jenis problema. Baik dari problema sederhana, sampai yang tidak sederhana. Problema itu datang bisa dari diri kita sendiri, ataupun datang dari luar. Tergantung dari sisi mana kita melihatnya.

Masalah, pernah kita alami dengan berbagai macam tantangan. Kebanyakan dari masalah tersebut membuat kita lebih berpengalaman dalam menghadapi masalah masalah selanjutnya. Perlu diketahui bahwa, tidak ada orang yang hidup tanpa masalah. Karena Allah menyampaikan bahwa setiap manusia pasti akan merasakan ujian, dan bentuk atau besarnya disesuaikan dengan kemampuan kita menghadapi masalah tersebut. Continue reading “Memulai Hari dengan Sabar”

Kesan Pertama

Semenjak tahun tahun yang lalu, semenjak itu saya berkutat dengan tuts keyboard, laptop. Dan ternyata hari ini tepat 7 tahun laptop kesayangan saya menemani, tanpa ngadat. So, amazing!

Memainkan itu, ternyata seru. Bisa menghasilkan berbagai macam karya seni. Namun, dari mula tersebut, saya mulai mengenal dunia blog. Awalnya, hanya sekedar iseng, mengutarakan berbagai macam keluh kesah. Pertengahan, semakin resah. Dan akhir akhir ini, keresahan itu semakin menggebu nggebu untuk di turuti.

Apa permintaannya?

Sederhana! “Jadikan aku baik!”

Blog yang selama ini aku asuh, sudah lumayan lama dan sudah lumayan berantakan. Dan karena itulah, saya ingin mencoba memeratakan dan membersihkan sisa sisa tulisan, untuk kembali saya membangun image baik dari blog itu sendiri.

Ada nasihat, “gunakan blog yang menarik dan tema yang konsisten” 

Oke! I get it!

Beberapa hal yang menjadi pertimbangan lebih lanjut, karena melihat beberapa blog tetangga yang konsisten dengan satu tema dan impact yang luar biasa dari para pembaca. Saya kira, tidak ada salahnya mencoba dengan memulai membeli domain baru, dan diisi dengan tulisan tulisan yang berkualitas nan konsisten.

Inilah kemudian..

lahir harfiah.com

Sebuah arti di dalam kehidupan. Mengambil makna yang dalam untuk di abadikan. Berupa tulisan yang berjejer di lapisan halaman. Membawa ke dalam pikiran yang lebih dalam.

Selamat datang harfiah.com

Selamat sekali lagi…